Di Balik Layar: Persiapan Intensif Jelang Ajang Paling Bergengsi
Dalam dunia olahraga carrom Indonesia, atmosfer saat ini dipenuhi dengan getaran energi yang berbeda. Fokus tidak lagi sekadar pada turnamen lokal atau regional, melainkan tertuju pada satu tujuan besar: Kejuaraan Dunia Carrom 2026. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, Timnas Carrom Indonesia akan mengirimkan kontingen terbaiknya untuk bersaing di panggung elit global. Persiapan yang dilakukan bukanlah persiapan biasa; ini adalah misi untuk membawa nama Indonesia melambung tinggi di antara raksasa-raksasa carrom dunia seperti India, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Kami berkesempatan mendapatkan akses eksklusif ke pusat pelatihan tim nasional, menyaksikan langsung gelora semangat dan disiplin tinggi yang diterapkan. Pelatih kepala, Ahmad Rizal, yang juga seorang legenda carrom nasional, menegaskan bahwa pendekatan mereka telah berubah total. “Ini bukan lagi sekadar tentang memenangkan poin. Ini tentang membangun mental juara dunia. Setiap latihan, setiap strategi, kami desain untuk menghadapi tekanan dan pola permainan kelas internasional yang sangat berbeda dengan apa yang biasa kami temui di Asia Tenggara,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Wawancara Eksklusif dengan Para Pemain Inti: Motivasi dan Tantangan
Bima Satria (Pemain Tunggal Putra, Peraih Emas SEA Games)
Bima, yang dikenal dengan pukulan strikernya yang akurat dan berani, mengaku bahwa targetnya sudah jelas sejak seleksi timnas dibuka. “Kejuaraan Dunia adalah mimpi setiap pemain carrom. Ini seperti Piala Dunia bagi kami. Persiapan fisik dan teknik sudah kami jalani intensif selama 8 bulan terakhir. Namun, tantangan terbesar justru di sini,” katanya sambil menunjuk kepalanya. “Kami banyak berlatih dengan video analisis permainan para juara dunia, mempelajari kecenderungan dan opening move mereka. Pola pikirnya harus naik level.”
Ia juga membagikan perubahan dalam rutinitas latihannya, yang kini mencakup sesi mindfulness dan konsultasi dengan psikolog olahraga untuk mengelola stres selama pertandingan panjang. “Konsistensi di setiap board adalah kunci. Di level ini, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal,” tambah Bima.
Sari Dewi (Kapten Tim Putri, Ahli Queen dan Cover)
Sari, sang kapten yang tenang namun tajam, lebih banyak menyoroti aspek kolaborasi dan strategi tim. “Carrom doubles (berpasangan) membutuhkan chemistry yang sempurna. Kami tidak hanya berlatih teknik individu, tetapi lebih banyak lagi pada sinkronisasi, komunikasi non-verbal, dan pembagian peran di meja,” paparnya.
“Kami juga sedang beradaptasi dengan jenis powder dan papan yang akan digunakan di kejuaraan dunia, yang mungkin memiliki karakteristik berbeda. Semua detail kecil ini kami catat dan latih berulang-ulang,” ujar Sari. Ia mengungkapkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang dirasakan seluruh tim putri untuk menunjukkan bahwa pemain carrom perempuan Indonesia juga mampu bersaing secara global.
Strategi Pelatihan dan Analisis: Menyamakan Level dengan Kompetisi Global
Di bawah komando Pelatih Ahmad Rizal, program pelatihan Timnas Carrom Indonesia dirancang dengan pendekatan saintifik. “Kami membagi persiapan menjadi tiga pilar utama: Teknik-Taktik, Kondisi Fisik, dan Kematangan Mental,” jelas Rizal.
Di pilar teknik-taktik, tim melakukan drilling spesifik untuk menghadapi berbagai gaya permainan. “Pemain Eropa cenderung lebih agresif dan langsung mengejar queen sejak awal. Sementara pemain Asia Selatan sangat ahli dalam cover dan permainan defensif yang membuat lawan frustasi. Kami harus punya modal untuk semua skenario itu,” terangnya. Mereka menggunakan teknologi high-speed camera untuk menganalisis kecepatan dan sudut striker setiap pemain, kemudian menyempurnakannya.
Untuk kondisi fisik, fokusnya adalah pada daya tahan, stabilitas otot inti, dan kelenturan tangan serta bahu. “Turnamen dunia berlangsung berhari-hari dengan banyak match. Kelelahan bisa merusak konsentrasi dan akurasi. Jadi, fisik prima adalah kebutuhan mutlak,” tambah pelatih yang juga menerapkan pola nutrisi khusus untuk atletnya.
Road to World Championship 2026: Rencana dan Harapan
Jalan menuju Kejuaraan Dunia 2026 masih panjang. Timnas Carrom Indonesia telah menyusun peta jalan (roadmap) yang ketat. Dalam beberapa bulan ke depan, mereka berencana untuk mengikuti turnamen invitational di luar negeri sebagai ajang uji coba dan pengumpulan poin ranking. “Kami sedang menjajaki kemungkinan untuk training camp di India atau Sri Lanka. Berlatih langsung dengan lingkungan dan pemain terbaik di sana akan memberikan pengalaman yang tidak ternilai,” ungkap Manajer Tim, Faisal Rahman.
Harapan dari seluruh keluarga carrom Indonesia tentu besar. Namun, baik pelatih, manajer, maupun pemain sepakat untuk menekankan proses daripada sekadar hasil. “Target kami adalah tampil maksimal, menunjukkan permainan terbaik yang merepresentasikan semangat dan skill atlet Indonesia. Jika kami bisa lolos dari babak penyisihan grup dan menembus putaran final, itu sudah merupakan pencapaian historis. Tentu, mimpi untuk membawa pulang medali ada di benak setiap orang di tim ini. Itulah bahan bakar kami berlatih dari pagi hingga malam,” tutup Ahmad Rizal dengan senyum optimis.
Dukungan dari para penggemar juga disebut-sebut sebagai faktor pendorong. Komunitas carrom di media sosial semakin ramai mendiskusikan strategi dan memberikan semangat. Semua mata kini tertuju pada perjalanan tim merah putih ini. Persiapan yang matang, dedikasi tinggi, dan semangat pantang menyerah adalah modal utama mereka. Kejuaraan Dunia 2026 bukan hanya sebuah turnamen; ia adalah kesempatan untuk menuliskan nama Indonesia dalam sejarah carrom dunia.