Memahami Momen Kritis: Mengapa Ellie Dirawat di Rumah Sakit?
Pernahkah Anda, setelah menyelesaikan perjalanan panjang dan melelahkan bersama Joel dan Ellie di The Last of Us, duduk terdiam di depan layar, bertanya-tanya tentang keputusan akhir yang kontroversial itu? Adegan di rumah sakit Salt Lake City bukan sekadar klimaks aksi; itu adalah simpul dari semua tema moral, ikatan, dan keputusasaan yang dijalin sepanjang game. Banyak pemain, terutama yang baru pertama kali menyelesaikannya, merasa bingung atau penasaran dengan detail spesifik perawatan Ellie di rumah sakit. Apakah itu benar-benar satu-satunya jalan? Apa yang sebenarnya direncanakan oleh Fireflies? Artikel ini akan membedah momen ikonik tersebut, memberikan analisis mendalam yang menjawab semua pertanyaan Anda dan mengungkap lapisan makna di balik pilihan naratif Naughty Dog.

Konteks Cerita: Perjalanan Menuju Harapan Palsu
Sebelum menyelami adegan rumah sakit, penting untuk memahami betapa lelahnya perjalanan yang telah dilalui. Joel dan Ellie telah melakukan perjalanan melintasi Amerika yang hancur, dari Boston ke Salt Lake City, dengan satu tujuan: menemukan Fireflies yang konon dapat menciptakan vaksin dari kekebalan unik Ellie.
Misi Fireflies dan Kondisi Ellie
Setelah insiden di Universitas Eastern Colorado, Ellie dan Joel nyaris tidak selamat. Ellie, yang terluka dalam pertempuran dengan perompak, akhirnya dibawa ke fasilitas Fireflies di Salt Lake City oleh saudara Tommy. Saat tiba, Ellie tidak sadarkan diri karena tenggelam di dalam terowongan. Penting untuk dicatat: Ellie tidak dirawat karena sakit biasa atau komplikasi dari infeksi Cordyceps. Kekebalannya tetap stabil. Dia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar akibat insiden tenggelam tersebut. Fireflies, yang dipimpin oleh Dr. Jerry Anderson, segera memindahkannya ke ruang operasi. Di sinilah narasi mengambil belokan yang gelap. Menurut rekaman audio dan dokumen yang dapat ditemukan pemain, Fireflies dengan cepat—dan mungkin terlalu terburu-buru—menyimpulkan bahwa untuk mengekstrak senyawa pembuat vaksin dari otak Ellie, mereka harus melakukan prosedur yang akan mengakibatkan kematiannya. Tidak ada konsultasi, tidak ada persetujuan dari Ellie (yang masih di bawah umur), dan tentu saja tidak ada izin dari Joel, yang telah menjadi figur wali de facto-nya.
Peran Joel sebagai “Bapa”
Sepanjang perjalanan, hubungan Joel dan Ellie berevolusi dari sekadar “kargo” menjadi ikatan layaknya ayah dan anak. Trauma Joel karena kehilangan putrinya, Sarah, membuatnya membangun tembok emosional, yang perlahan-lahan diruntuhkan oleh Ellie. Adegan rumah sakit adalah ujian terakhir dari ikatan ini. Bagi Fireflies, Ellie adalah harapan terakhir umat manusia—sebuah simbol. Bagi Joel, Ellie adalah anaknya. Konflik ini adalah inti dari dilema moral game: menyelamatkan satu nyawa yang dicintai versus berpotensi menyelamatkan umat manusia. Pemahaman ini krusial untuk memahami mengapa Joel melakukan apa yang dilakukannya selanjutnya.
Adegan Rumah Sakit: Prosedur, Konflik, dan Keputusan Fatis
Adegan ini dirancang untuk membuat pemain merasa terburu-buru, bingung, dan akhirnya, menghadapi pilihan yang mustahil, meskipun pada akhirnya kontrol diambil alih oleh narasi game.
Apa yang Sebenarnya Terjadi di Ruang Operasi?
Mari kita uraikan kronologi berdasarkan apa yang dialami pemain (sebagai Joel):
- Pemulihan Joel: Joel bangun setelah dipukul saat mencoba melakukan resusitasi pada Ellie yang tenggelam. Seorang perawat Firefly memberitahunya bahwa Ellie telah dipindahkan untuk persiapan operasi.
- Percakapan dengan Marlene: Marlene, pemimpin Fireflies dan teman lama ibu Ellie, menjelaskan situasinya. Dia mengungkapkan bahwa prosedur untuk mengembangkan vaksin akan membunuh Ellie. Dia memohon kepada Joel untuk memahami “sesuatu yang lebih besar” daripada mereka berdua. Percakapan ini, yang dapat ditemukan dalam rekaman audio Marlene, menunjukkan bahwa bahkan dia memiliki keraguan tetapi merasa terpaksa melanjutkan.
- “Penyelamatan” Joel: Joel, menolak menerima takdir Ellie, memutuskan untuk mengambil tindakan. Bagian gameplay dimulai: pemain mengendalikan Joel melalui lorong-lorong rumah sakit yang dijaga ketat, dengan tujuan mencapai ruang operasi. Ketegangan dipicu secara maksimal—ini bukan misi penyelamatan heroik biasa, tetapi serangan brutal dan penuh keputusasaan terhadap orang-orang yang secara teknis adalah “para pahlawan” dalam cerita.
- Klimaks di Ruang Operasi: Joel akhirnya masuk ke ruangan tempat Ellie terbaring tak sadarkan diri di atas meja operasi, dikelilingi oleh dokter (termasuk Dr. Anderson yang memegang scapel). Di sini, game memberikan pilihan illusion of choice kepada pemain: Joel dapat mencoba mengancam dokter-dokter tersebut. Namun, terlepas dari tindakan pemain, jika ancaman tidak diindahkan, Joel akan menembak dan membunuh Dr. Anderson (atau, tergantung aksi pemain, dokter-dokter lainnya) untuk menghentikan prosedur. Adegan ini brutal, cepat, dan meninggalkan perasaan tidak nyaman yang mendalam.
Analisis Dilema Etika: Vaksin vs. Otonomi Individu
Naughty Dog dengan sengaja tidak membuat keputusan ini hitam-putih. Mari kita lihat argumen dari kedua sisi:
- Sisi Fireflies (Menyelamatkan Umat Manusia): Dalam dunia yang telah runtuh, penemuan vaksin adalah holy grail. Mereka percaya pengorbanan satu nyawa—bahkan tanpa persetujuannya—dapat dibenarkan untuk menyelamatkan miliaran nyawa di masa depan. Namun, kelemahan argumen ini terletak pada ketergesa-gesaan dan metodologi mereka. Apakah mereka memiliki cukup waktu untuk mengeksplorasi metode non-fatal? Apakah infrastruktur yang ada mampu memproduksi dan mendistribusikan vaksin secara luas? Banyak analisis, seperti yang dibahas dalam esai-esai di situs seperti Kotaku atau The Polygon Show, mempertanyakan kelayakan rencana Fireflies, yang menambah ambiguitas moral.
- Sisi Joel (Menyelamatkan Keluarga): Joel beroperasi berdasarkan naluri primal: melindungi anaknya. Dia tidak percaya pada janji-janji Fireflies. Bagi dia, ini adalah pembunuhan terhadap Ellie, titik. Perspektifnya adalah tentang hak individu, cinta, dan pemulihan kemanusiaan melalui hubungan personal, bukan melalui pengorbanan besar. Game secara konsisten menunjukkan bahwa di dunia yang kejam, hal-hal seperti ikatan antara Joel dan Ellie-lah yang masih tersisa dari “peradaban”.
Dampak dan Konsekuensi: Dusta yang Membentuk Masa Depan
Keputusan Joel di rumah sakit Salt Lake City tidak berakhir di sana. Konsekuensinya bergema sepanjang sisa game dan menjadi fondasi untuk Part II.
Kebohongan dan Hubungan yang Retak
Setelah “menyelamatkan” Ellie, Joel membawanya keluar dari rumah sakit. Saat Ellie siuman dalam perjalanan pulang, dia bertanya-tanya apa yang terjadi. Di sinilah Joel memberitahu kebohongan besar. Dia mengatakan bahwa Fireflies telah menemukan banyak orang lain yang kebal seperti Ellie, bahwa upaya mereka tidak berhasil, dan bahwa mereka memutuskan untuk berhenti. Kebohongan ini, meski dimotivasi oleh keinginan untuk melindungi Ellie dari kebenaran yang menyakitkan dan mungkin dari kebencian terhadapnya, menciptakan celah dalam hubungan mereka. Ellie, dalam adegan akhir yang terkenal, menjawab dengan “Okay…” yang penuh keraguan. Pemain bisa merasakan ketidakpercayaan dan jarak mulai tumbuh. Menurut wawancara dengan Neil Druckmann dan Troy Baker (pengisi suara Joel) di The Official The Last of Us Podcast, nada “Okay” Ellie itu disengaja untuk menimbulkan rasa tidak nyaman dan mempersiapkan konflik masa depan.
Penyederhanaan Narasi dan Trauma
Joel, dengan mengambil keputusan untuk Ellie, pada dasarnya menyederhanakan dunia yang kompleks menjadi cerita yang bisa dia kendalikan. Dia mengganti narasi “kamu akan mati untuk vaksin yang mungkin tidak berhasil” dengan “kita pulang dan hidup normal”. Namun, trauma dari peristiwa itu tidak bisa dihapus. Ellie terus bergumul dengan rasa bersalah karena masih hidup sementara orang lain mati, sebuah tema yang dieksplorasi lebih dalam di Part II. Adegan rumah sakit, oleh karena itu, bukan akhir, tetapi awal dari lingkaran kekerasan dan konsekuensi yang akan menghantui semua karakter.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Pemain
1. Apakah vaksinnya pasti berhasil jika Ellie dikorbankan?
Tidak ada jaminan. Dokumen dalam game menyiratkan Fireflies pernah gagal dengan subjek kebal sebelumnya. Banyak analis naratif berargumen bahwa game sengaja meninggalkan ini ambigu. Kepercayaan buta Fireflies pada satu-satunya solusi fatal justru mengurangi kredibilitas ilmiah mereka.
2. Mengapa Joel membunuh semua orang, termasuk dokter yang tidak bersenjata?
Joel digambarkan dalam mode “survivor” ekstrem. Dia melihat Fireflies sebagai ancaman langsung terhadap nyawa Ellie. Dalam pikirannya, membiarkan saksi hidup berarti membiarkan ancaman itu mengejar mereka lagi. Tindakannya adalah pembunuhan tanpa pandang bulu yang didorong oleh kepanikan dan naluri ayah yang hiper-protektif.
3. Bagaimana adegan ini diadaptasi dalam serial HBO?
Serial HBO (2023) pada intinya tetap setia pada konflik inti. Namun, serial memberikan lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi perspektif Marlene dan Fireflies, serta menunjukkan diskusi etis yang lebih eksplisit sebelum operasi. Adegan operasinya sendiri tetap sama-sama tegang dan kontroversial, dengan tekanan moral yang sama beratnya pada Joel (diperankan oleh Pedro Pascal).
4. Apakah ada cara untuk menyelamatkan Ellie tanpa kekerasan dalam game?
Tidak. Game ini adalah pengalaman naratif linier. Urutan rumah sakit dirancang sebagai aksi driven karakter yang tak terhindarkan. Pilihan pemain terbatas pada cara agresif Joel, yang semakin menegaskan tema bahwa dalam dunia ini, kekerasan seringkali menjadi satu-satunya bahasa yang dipahami.
5. Bagaimana pemahaman tentang adegan ini memengaruhi permainan The Last of Us Part II?
Part II sepenuhnya dibangun di atas konsekuensi dari kebohongan Joel dan tindakannya di rumah sakit. Kebenaran yang akhirnya terungkap memicu konflik utama game. Adegan perawatan Ellie di rumah sakit adalah akar dari semua kemarahan, dendam, dan tragedi yang terjadi dalam sekuel, menjadikannya mungkin sebagai momen paling penting dalam keseluruhan kronologi cerita.
Dengan memahami lapisan-lapisan di balik adegan rumah sakit The Last of Us, kita tidak hanya mendapatkan jawaban atas “apa yang terjadi”, tetapi juga apresiasi yang lebih dalam terhadap salah satu storytelling terbaik dalam medium game. Ini adalah pengingat bahwa dalam cerita-cerita hebat, momen-momen paling berkesan seringkali adalah yang paling sulit, paling ambigu, dan paling manusiawi.